Minggu, 10 Juni 2012

Winter's Cry

Diposkan oleh Kumpulan fanfiction di 07.33



Tittle : Winter's Cry
Author : Pie Cherry
Main Cast :
  1. -          Park Hye Ri
  2. -         Kim Hyun Seok
  3. -          Choi San woo
  4. -          Han Yuna

Genre : Love Hurt,Sad Romance.
Rating : PG13+
Plot : Park Hye Ri adalah seorang perempuan yang pertama kali berpacaran, ia menempuh segalanya dengan indah bersama kekasih pujaannya yang bernama  Choi San woo, sayangnya semuanya hilang setelah Choi San woo pergi,membuat Park Hye Ri jatuh dalam lubang kegelapannya.Hingga datang Kim Hyun Seok mencoba merubah kehidupan gadis itu.
Note : halo :3 ini fanfic aneh abis buatan saya.. judulnya agak aneh didengar O.od jadi mohon dimaklumi.. oke, happy reading.. RCL ya! (?) 


   *Park Hye Ri POV*


    “Hari ini sangat menyenangkan ya?”Tanya seseorang padaku,aku tersenyum lebar “tentu!kamu benar”ujarku sambil tertawa riang.
Aku mengenggam erat tangan itu,tangan yang hangat.San woo memandangku dengan wajah memerah akibat salju yang dingin. ”dingin sekali..!”ujar San woo menambah erat genggamannya,kami tertawa. Tidak terasa sudah 1 tahun kami bersama,aku tak percaya cinta pertamaku sudah menjadi pacarku selama satu tahun ini. Menurutku San woo adalah lelaki yang sangat baik,ia mengerti denganku,ia selalu ada untukku walaupun ia selalu sibuk sebagai ketua OSIS (the school organization), aku tahu bahwa SMA kami berbeda,dan aku yakin dia tidak akan pernah berpaling dengan perempuan manapun selain aku.
  “kau tahu? cahaya lampu hari ini indah sekali bukan? Membuat salju itu turun perlahan dengan indahnya..”ujar San woo.Aku mengangguk pasti,taman di Seoul saat ini indah dengan salju,beberapa pasangan berjalan menikmati indahnya malam,ada yang duduk seperti kami,ada juga yang bermain bola salju. Sungguh Indah!
            “bagaimana dengan sekolahmu? Menyenangkan?”tanyaku pada San woo. Lelaki itu menganggu riang, “ya,aku suka dengan kegiatanku sebagai penjaga Perpustakaan!!”tawanya,aku tersenyum “benarkah?andaikan aku juga satu sekolah denganmu..” San woo mengenggam tanganku “jangan berpikiran seperti itu Hye Ri… itu tidak ada hubungannya dengan apapun diantara kita..oke?” Aku tersenyum memandang indahnya malam,aku sangat senang disamping San woo hari ini karena sudah berapa lama kami tidak berjumpa akibat sibuknya dan padatnya jadwal sekolah,aku selalu berharap agar dapat satu sekolah dengan San Woo tapi itu tidak mungkin karena satusku yang sederhana tidak cocok bersekolah dengan sekolah San Woo yang terkenal dengan sekolah Elitte,dan mewah.San Woo selalu mencoba menenangkanku,itulah yang aku sukai darinya.

*Choi San Woo POV*


   Aku senang telah berjumpa dengan gadis ini.Gadis cantik yang baik dan selalu mengisi hidupku dengan kebaikannya. Hari ini aku harus dapat menikmati kencan dengan Hye Ri,karena sudah lama kami tidak bertemu,aku sungguh rindu padanya.
 Tiba-tiba Gadis itu menguap,wajar saja sudah jam 9. Hye Ri memang orang yang tidak suka tidak tidur pada jam 9 lewat bahkan lebih,ia selalu tidur pada jam 9 lewat. “kamu mengantuk? Ayo biar aku antar… kamu harus pulang..sudah larut..”ujarku. Hye Ri menggeleng “nanti saja..” tidak biasanya dia seperti ini. “kenapa? Kamu sudah menguap begitu..”ujarku tak percaya. “aku tidak mau melewatkan hari berharga ini hanya karena aku mengantuk.. kumohon sebentar lagi..”ujar gadis itu. Aku terdiam cukup lama,sambil memandang suasana taman yang mulai sepi,Hye Ri menyandarkan kepalanya di pundakku. Ketika waktu telah menunjukkan 09.30 PM aku segera memanggil Hye Ri, tidak ada jawaban. Aku memandangnya, ternyata dia sudah tertidur “ya ampun.. apa ku bilang? Sudah kuduga dia bakal tertidur..”,aku terdiam sejenak tidak mungkin gadis ini tidur semalaman disini,aku hanya memakai motor ….bagaimana ini?.Setelah berpikiran pasti,aku segera mengendong Hye Ri ia tidak sadar aku sedang mengendongnya.”Hye.. Hye Ri….”panggilku,gadis itu setengah sadar,aku kembali memanggil Hye Ri dengan lembut hingga gadis itu membuka matanya,sebenarnya aku takut menganggu tidurnya. “a..ada apa?kenapa kamu…” , “sudahlah..kamu tertidur..ayo kuantar pulang..”ujarku memotong pembicaraan. “tidak apa?aku sangat berat… ayo turunkan aku.. aku takut pundakmu sakit mengendongku..”ujar Hye Ri memandangku,yasudah kalau itu memang kemauannya,Aku kemudian menurunkannya. “terimakasih..”ujar gadis itu lembut.
  Ahirnya kami pulang menggunakan motor,sepanjang perjalanan Hye Ri hanya diam tidak berkutik,biasanya ia selalu berbicara yang lucu denganku.Hingga sampailah kami di rumahnya Hye Ri,aku panggil gadis yang sedang duduk dibelakangku sambil memelukku. Ia kembali tersadar dari tidurnya,aku berkata padanya bahwa dia sudah sampai di rumahnya,ia pun mengangguk. “terimakasih untuk hari ini..”ujarnya sambil tersenyum,manis sekali.
   “ya,sampai jumpa..”ujarku,kemudian mencium keningnya. Entah kenapa rasanya sangat berat meninggalkannya, entah kenapa perasaanku sangat sedih ketika mencium keningnya.
            “sampai jumpa Hye Ri..”ujarku kemudian melesat pergi.



   *Author POV*



   Pagi yang cerah, Hye Ri datang ke sekolah dengan wajah yang berseri-seri. Semalam adalah hal paling menyenangkan dalam hidupnya,ia berharap akan selalu bersama dengan San Woo. “sepertinya kamu sedang senang hari ini..”ujar Yuna,sahabat Hye Ri. “hahahaa.. kamu memang tepat!”ujar Hye Ri sambil tersenyum. “oh Hye Ri ssi.. bagaimana kabarmu?”Tanya Kim Hyun Seok seorang kapten pemain sepak bola dikelas Hye Ri. “aku baik-baik saja.. hey, jangan memanggilku dengan sebutan formal seperti itu..”seru Hye Ri. Hyun Seok tertawa “baiklah.. aku akan memanggilmu Hye Ri saja.. bagaimana?”,Hye Ri mengangguk senang.  “hey, kau sudah siapkan syal untuk pujaan hatimu itu??”Tanya Yuna tiba-tiba,Hye Ri mengangguk mantap. “tentu saja, nanti sore aku akan memberikan syal itu pada San Woo..”.
Yuna Tersenyum senang.
  Hingga ahirnya sore tiba,Hye Ri dan Yuna segera pulang dari sekolah. Tiba-tiba ponsel Hye Ri berbunyi. Gadis itu menjawab telepon,setelah beberapa menit berbicara….
Ponsel itu terjatuh..
            “ada apa Hye Ri??”Tanya Yuna kaget,tiba-tiba Hye Ri menangis sejadi-jadinya. Membuat Yuna bingung, Hyun Seok yang melihat kejadian itu segera mendatangi kerumunan yang melihat keadaan Hye Ri sedang menangis. “ada apa Hye Ri??!!kau tidak apa??”Tanya Hyun Seok gugup, “kumohon…siapa saja.. antar aku ke rumahsakit…!”teriak Hye Ri histeris. Hyun Seok yang melihat kejadian itu segera mengambil kunci sepeda motornya.
            “Hye Ri… biar aku antar kau ke rumah sakit!”ujar Hyun Seok.



  *Kim Hyun Seok POV*


Pagi ini sunggu cerah,membuat salju mengkilat-kilat akibatnya.Aku melihat wajah Hye Ri yang sepertinya sedang senang. Aku pun menyapanya,betapa senangnya ketika ia berbicara dan tersenyum padaku. Hingga sore datang,enah kenapa Hye Ri menangis,ia menangis sejadi-jadinya. Setelah ditanya ada apa dengan dirinya, Hye Ri meminta agar ada yang mau mengantarkannya ke Rumahsakit,aku pun menyutujuinya. Aku pun mengantarkan dia menggunakan sepeda motor milikku,ia secepatnya berlari menyusuri lorong rumah sakit,aku bersama Yuna mencoba mengikutinya.
Hingga ahirnya kami sampai di sebuah ruangan bernomor 145. Kami pun melihat seorang lelaki yang terbaring tidak berdaya. Hampir seluruh badannya diperban,ia tersenyum.




*Choi San Woo POV*


      Ughh..sangat sakit. Aku membuka mataku perlahan,kulihatlah suasana kamar aku yang berbeda dari biasanya,entah kenapa ruangan ini menjadi putih. Kulihatlah Ibuku sedang menangis disampingku,ada apa? Apakah ada yang terjadi padaku?, kenapa seluruh badanku diperban?, apakah…
            “kau sudah sadar San Woo?”Tanya Ibuku dengan wajah sembab. Aku mengangguk “ibu.. apakah ada yang terjadi padaku?”tanyaku pelan. “kamu tertabrak truk… kamu koma selama 5 jam..”ujar Ayahku. Aku pun sadar,aku….aku mencoba menyelamatkan anak kucing yang hampir saja terlanggar, dan ahirnya aku yang terkena imbas nya. Tiba-tiba pintu diketuk, dan kemudian terbuka. Kulihat Hye Ri datang dengan linangan air mata,ia memanggilku sambil menangis. “hei Hye Ri.. sudahlah.. jangan menangis.. jangan cengeng seperti itu..”ujarku pelan. Hye Ri masih menangis,Yuna membujuknya agar berhenti menangis sedangkan lelaki disampingnya hanya terdiam.
            “em.. maaf, mungkin kamu belum mengenalku.. aku Kim Hyun Seok..temannya Hye Ri..”ujar lelaki itu padaku. Aku mengangguk sambil tersenyum, “salam kenal Hyun Seok ssi… aku Choi San Woo..”ujarku. Aku mau menjabat tangannya sayangnya tanganku juga diperban.

** jam 07.30 P.M **
            Hye Ri masih berada disampingku, ia hanya diam dan terkadang menghapus air matanya,aku merasa kesal denganku. Kenapa aku harus menerima kecelakaan ini hingga membuat Hye Ri menangis. Entah kenapa..aku juga ingin menangis, seolah ini adalah hari terahirku bertemu dengan Hye Ri.. seakan aku akan….
            “San Woo.. aku mau ke toilet sebentar, kamu tunggu disini..”kata Hye Ri tiba-tiba. Aku hanya mengangguk. Hye Ri melepas ransel milikknya dan meletaknya dimeja kecil.
Setelah Hye Ri pergi.. Mataku tertuju pada ransel milik pacarku itu. Terseliplah sebuah syal berwarna biru yang bertulisan  ‘Untuk San Woo..’ aku terkejut, ternyata Hye Ri membuat syal biru untuk aku. Aku mencoba mengambil syal itu, sayangnya tanganku tidak sampai,sekali lagi aku mencoba mengambil dan.. mengambil dan……

  
Semuanya terasa gelap.




*Park Hye Ri POV*



   Aku membasuh mataku dengan pelan, kemudian memandang pantulan wajahku di cermin, wajahku sangat kusut. Aku tahu, pasti San Woo sedih melihat aku menangis dari tadi. Aku melihat jam , sudah jam 08.12 menit, aku harus kembali ke ruangan tempat San Woo berada.
Sepanjang jalan,aku melihat langit malam dengan salju yang turun,sangat indah. Tapi menimbulkan kesan kepedihan.
            Aku membuka pintu itu perlahan, tiba-tiba San Woo tidak ada di ranjangnya. “San Woo???!!”tanyaku sambil berteriak,kemana dia pergi?. “San.. Wo……SAN WOOOOO!!!!!!” teriakku setelah melihat San Woo terjatuh tak sadarkan diri sambil memeluk……syal…syal buatanku..! Aku segera memanggil dokter.
Secepat aku bisa, jantungku seolah hilang, mataku gelap dan pikiranku kacau.
  ****
Sudah 5 menit dokter menanggani San Woo. Tapi kamar itu tidak juga terbuka, aku menangis sejadinya. Hingga datanglah Yuna dengan….Hyun Seok? Kenapa dia ada disini?
            “kau tidak apa Hye Ri???”Tanya Yuna kaget dan memelukku.Aku menangis.
Sedangkan Hyun Seok hanya terdiam sambil memandang pintu itu.
  Dokter keluar dari ruangan itu.  Aku menanyakan keadaan San Woo. Dokter menggeleng.
            “maafkan kami… dia sudah tidak dapat ditolong..”
Seakan disambar petir, aku sulit bernafas, badanku bergetar , ke…kenapa?? Kenapa haru San Woo?? Tuhan…
   Kulihat lah San Woo yang terbaring kaku, tangannya yang pucat masih mengenggam erat Syal buatanku itu. Sontak aku menangis , betapa perihnya hidupku. Kenapa ? kenapa San Woo? Kenapa kau harus pergi?? Kenapa ketika kita baru menginjak 1 tahun? Kenapa??!
San Woo sudah tertidur dengan tenang untuk selamanya..
Aku takkan mungkin bisa membangunkannya lagi..
Dia sudah tiada..
Aku sayang kamu San Woo..



*Author POV*



   Hye Ri duduk termenung di taman salju yang indah itu. Matanya memerah akibat menahan tangis itu. Ia masih mengingat sosok San Woo yang tersenyum padanya, tertawa bersamanya , mencium keningnya. Tiba-tiba sebuah tangan yang besar menyentuh pundak Hye Ri.
            “Hyun Seok?”Tanya Hye Ri tidak percaya, kenapa lelaki itu ada disini?
            “ya, ini aku.. kau tidak apa-apa…?”Tanya Hyun Seok ikut duduk disamping Hye Ri.
            “jangan pikirkan aku.. aku baik-baik saja..”ujar Hye Ri pelan. Hyun Seok memandang Hye Ri dengan sedih, perempuan itu hanya berbohong, Hyun Seok tahu bahwa Hye Ri sangat ingin menangis, “ini salahku… kenapa aku membuat Syal itu .. hingga membuat San Woo jatuh hanya karena mengambil …”, Hyun Seok segera memotong pembicaraan “jangan berpikiran seperti itu Hye Ri… itu tidak ada hubungannya dengan apapun antara kau dan San Woo ssi..oke?”ujarnya pelan, Hye Ri terkejut. “dari mana kau dapatkan kalimat itu?”Tanya Hye Ri tidak percaya, ternyata Hyun Seok berkata yang sama dengan apa yang dikatakan San Woo. “apa maksudmu?”Tanya Hyun Seok. Detik kemudian, Hye Ri menangis.
            “kau kenapa? Ada apa?”Tanya Hyun Seok kaget dan sedih.
Tapi Hye Ri hanya menangis tanpa memberikan alasan yang pasti.

***
    “kau mau kemana Hye Ri?”Tanya Yuna pada Hye Ri, Hye Ri  tersenyum “aku mau ke taman.. selagi salju turun..”. Yuna kebingungan, “kenapa?” , Hyun Seok datang tiba-tiba “kau mau kuantar?”Tanya Hyun Seok, “tidak terimakasih Hyun Seok..aku…” , Hyun Seok menekankan kalimatnya “tidak..kau harus kuantar..”. “tapi…” , “Hye Ri.. kau harus diantar..”ujar Yuna menegaskan, Hye Ri terdiam.
            “baiklah..”ujarnya.

   Selama diperjalanan Hye Ri hanya diam, Hyun Seok juga tidak ingin mengajak gadis itu berbicara. Hingga ahirnya mereka sampai di taman yang penih dengan salju,hanya sedikit orang yang datang ke taman itu. Hye Ri duduk di kursi tempat ia pernah duduk bersama San Woo. “kau tidak kedinginan?”Tanya Hyun Seok, Hye Ri menggeleng, gadis itu merasa justru hatinya yang kedinginan.
   Setelah 1 jam berlalu, Hye Ri masih duduk membisu tanpa memikirkan tubuh dan kepalanya yang terkena salju. “ayo pulang..”ajak Hyun Seok , Hyun Seok tidak tahan melihat Hye Ri seperti itu. “sebentar lagi.. kumohon..”ujar Hye Ri masih menatap lurus sepinya taman. Hyun Seok terdiam. “kalau begitu… kau mau main Sketing?selagi sepi..”aja Hyun Seok, “aku tidak pandai main Skating..San Woo pernah mengajarkanku.. tapi aku tidak pandai-pandai juga..”, “ayo kuajarkan.. biar San Woo bangga padamu…”ujar Hyun Seok tiba-tiba. Hye Ri memandang tidak percaya, “kau serius?”Tanya gadis itu, “tentu saja..”jawab Hyun Seok.
Mereka pun bermain Skating, walaupun Hye Ri tidak pandai bermain, tapi ia tertawa senang, mungkin Hyun Seok mencoba menyembuhkan pikiran Hye Ri yang sedang sedih.
Hingga sudah 2 jam mereka bermain, “ayo kita pulang…”ajak Hyun Seok sambil menarik ransel Hye Ri, Hyun Seok tidak berani memegang tangan Hye Ri.

            “baiklah..”Hye Ri terdiam sejenak, “emm.. Hyun Seok..”panggil Hye Ri,Hyun Seok memalingkan badannya “besok ajarkan aku lagi….ya?”seru Hye Ri, “baiklah..”ujar Hyun Seok sambil tersenyum.

  Setiap hari Hyun Seok mengajarkan Hye Ri , Hye Ri merasa terobati walapun ia masih sering mengingat sosok San Woo.
            Hingga cinta itu datang,tanpa mereka sadari..
 **
Hyun Seok duduk di kursi taman, salju turun dengan lambat. Hyun Seok tersenyum melihat Hye Ri tertawa sambil bermain Skating. “kau sudah pandai!”teriak Hyun Seok dari kejauhan. Hye Ri mengangguk senang, “ayo kemari! Kita main sama-sama!”ujar Hye Ri. Hyun Seok segera turun dan bermain bersama Hye Ri mereka berdansa diatas es yang licin. Entah kenapa, mereka terdiam.
            “hari ini sungguh menyenangkan, right?” Tanya Hyun Seok sambil berdansa dengan Hye Ri. Gadis itu hanya terdiam membisu,seolah menangis dalam hati.Tiba-tiba ia melepaskan tangan Hyun Seok dari genggaman, membuat Hyun Seok bingung. “ah.. maaf.. aku..”spontan Hye Ri berlari, Hyun Seok menahannya.”kau mau kemana?”Tanya lelaki itu.
            Hye Ri berkata “itu bukan urusanmu.. em.. maksudku…maaf..jangan pernah mengajakku bermain skate lagi..”, mata Hyun Seok terbelalak. “kenapa?”Tanya Hyun Seok menahan nafasnya. Mata Hye Ri berair, ia mengelapnya “jangan Tanya kenapa…”ujar Hye Ri seolah marah kemudian pergi, sekali lagi Hyun Seok menarik tangan Hye Ri.
            “Hye Ri…!”panggil Hyun Seok dengan lembut,nafas lelaki itu tidak beraturan. Sedangkan Hye Ri hanya diam menunduk.
           
            “maaf……aku mencintai mu…”
Hye Ri terkejut mendengar pernyataan itu, ia segera melepas tangan Hyun Seok dan berlari,meninggalkan lelaki yang terdiam penuh arti.



 *Park Hye Ri POV*



Ya, Hari ini sungguh menyenangkan karena bisa bermain Skate, San Woo pasti bangga padaku! “kau sudah pandai!”teriak Hyun Seok padaku, aku mengangguk “ayo kemari! Kita main sama-sama!”teriakku, Hyun Seok pun ikut bermain. Ia menarikku dan mengajakku untuk berdansa,dan menurutku itu sangat berlebihan. “hari ini sungguh menyenangkan, right?” Tanya Hyun Seok sambil berdansa denganku. Aku hanya terdiam membisu,seolah menangis dalam hatiku, entah kenapa aku merasa kalimat itu sama dengan yang diucapkan San Woo padaku. Aku  melepaskan tangan Hyun Seok dari genggaman, membuat Hyun Seok bingung. “ah.. maaf.. aku..”spontan aku berlari, Hyun Seok menahan.”kau mau kemana?”Tanya lelaki itu.
            Aku berkata “itu bukan urusanmu.. em.. maksudku…maaf..jangan pernah mengajakku bermain skate lagi..”, mata Hyun Seok terbelalak. “kenapa?”Tanya Hyun Seok menahan nafasnya. Aku menjadi benci dengan Hyun Seok“jangan Tanya kenapa…”seruku  marah kemudian pergi, Hyun Seok menarik tanganku.
            “Hye Ri…!”panggil Hyun Seok dengan lembut,nafas lelaki itu tidak beraturan. Sedangkan aku tidak ingin memandang wajahnya.
           
            “maaf……aku mencintai mu…”
Tunggu dulu, apa? Hyun Seok….. mencintai….. kenapa??? ,aku pun melepas tangan Hyun Seok dengan sedih bercampur kesal,senang,marah dan sebagainya.

*Kim Hyun Seok POV*
     “maaf……aku mencintai mu…”ujarku dengan nafas yang tidak beraturan, aku tak tahu pasti apakah Hye Ri akan menjawabnya. Detik kemudian Hye Ri melepas tanganku darinya,ia seolah marah padaku, aku tidak tahu apa salahku.
 Dan ahirnya aku membiarkan gadis itu pergi. Sungguh aku menyesal mengatakan perasaanku pada orang yang sedang kehilangan kekasihnya.
**
  Hari berikutnya,aku tidak pernah lagi berbicara dengan Hye Ri, dan gadis itu juga enggan berbicara denganku. Memang kami tidak mungkin bisa bersama, aku telah menyakiti hati Hye Ri dengan menyukainya, aku tidak menyadari bahwa sesungguhnya Hye Ri masih mencintai pacarnya yang meninggal itu, bodohnya aku.



 *Author POV*                                               

   Tanggal 30 Desember.
Hye Ri duduk melamun diantara semua orang yang berlalu di taman itu, ia sudah mati dengan kehidupannya. Luka di hatinya semakin dalam, ia tidak tahu harus apa lagi.
Hyun Seok berjalan dikerumunan orang di taman itu, ia melamun bahkan ia lupa untuk berjalan kemana. Tanpa pikir panjang ia duduk di kursi yang ada penghuninya, ia tidak peduli kalau orang disebelahnya itu akan marah.
Hye Ri duduk, melihat salju turun dengan lambat, sebentar lagi salju ini akan hilang, ia menyadari ada seorang sedang duduk disampingnya tapi ia tidak menghiraukan.Tiba-tiba Hye Ri terbatuk, membuat Hyun Seok memandangnya dan berkata “ah.. maafkan aku mengambil kursi……..” lelaki itu terdiam. Hye Ri memandang seseorang disampingnya , betapa terkejutnya ia bahwa yang sedang duduk dengannya adalah Hyun Seok! “Hye….Hye Ri..?”Tanya Hyun Seok tidak percaya,Hye Ri menggeleng tidak percaya ia mencoba berdiri dan meninggalkan kursi itu tetapi tangannya ditahan oleh Hyun Seok “tolong..ada yang ingin aku bicarakan denganmu…”ujar Hyun Seok pelan. Hye Ri mengerti ia pun duduk sambil terdiam.
Menit berikutnya, Hyun Seok membuka percakapan.
            “maafkan aku berkata seperti itu padamu..aku tahu aku salah..”ujar Hyun Seok. Hye Ri hanya diam, Hyun Seok melanjutkan “tapi jujur aku sungguh tidak bermaksud mengambilmu setelah San Woo ssi pergi…, dan tolong… aku memang menyayangimu…aku mencintai mu…. Tak usah kau terima pernyataan cintaku ini… biarlah… biarkan aku..”seru Hyun Seok pasrah. Hye Ri menangis perih.
   “bodoh… kenapa kau berkata seperti itu padaku? Seolah kau yang selalu salah..? kenapa?? Kenapa kau buat aku jatuh cinta pada kau?? Justru aku lah yang merasa bersalah Hyun Seok… aku mencintai San Woo… tapi ketika kau hadir …  kau buat semuanya berbeda!! Kau sungguh jahat!! Kenapa aku menyukaimu?? Aku selalu berharap kau tidak menyukaiku agar tidak terjalin cinta ini…. Kenapa Hyun Seok??”teriak Hye Ri sedih. Hyun Seok terdiam penuh arti, Hye Ri menangis.
    “sekarang,.. kumohon… jauhi aku… aku tak mau kau menjadi obat untuk kepergian San Woo.. aku tak ingin… lupakan aku… lupakan!”tangis Hye Ri, ia pun berlari meninggalkan Hyun Seok, Hyun Seok segera mengejar gadis itu.
 Hye Ri berlari tanpa memperdulikan sekitarnya, Hyun Seok berteriak memanggilnya. Akan tetapi gadis itu tidak menghiraukan. “Hye Ri.!!”teriak Hyun Seok, tiba-tiba bunyi klakson truk berbunyi , truk itu melaju dan tak menyadari bahwa ada seorang gadis sedang melewati trotoar dan…
Bunyi yang kuat terdengar di setiap telinga orang-orang yang lewat dan mereka terkejut saat melihat…
Hye Ri penuh dengan simbahan darah..

Hyun Seok berteriak, ia segera berlari kearah Hye Ri yang sedang terbaring bersimbahan darah. Gadis itu memejamkan matanya dengan simbahan darah dari sekujur tubuhnya, Hyun Seok memeluk gadis itu dengan perih, Hyun Seok memanggil nama Hye Ri berkali-kali dan gadis itu tidak menyahut sedikitpun.

 Hyun Seok….. Hye Ri telah pergi…dia mengikuti San Woo… biarkan dia…

 Hyun Seok menangis sejadi-jadinya, Salju-salju turun mencoba membangunkan gadis itu, tapi salju itu hanya dapat menjadi berwarna merah akibat darah yang bersimbah.



The  End..



RCL please ")

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Our FanFiction ;) Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting