Jumat, 22 Juni 2012

Like A butterfly (Admin Pie Cherry)

Diposkan oleh Kumpulan fanfiction di 23.43







Like A butterfly
Tittle : Like A Butterfly
Author : Pie Cherry
Main Cast : - Park Soo Ra
                     -Park Chan Yeol
                   
Genre : Romance, school life.
Rating : PG-13
Length : One Shoot (sepertinya sih .__.)
Note : Huahahahahah :D ini FF gak jelas bapaknya dan ibunya siapa (?)agak sedikit kurang dimengerti :D juga pembahasaannya yang aneh..hehe silahkan baca,jika merasa aneh dengan FF ini,silahkan hancurkan komputer anda sekarang juga :D

   **Pie Cherry /Author POV**
    Park Soo Ra berjalan dengan gontai,ia seolah patah semangat dengan hari ini—walaupun dia setiap hari selalu patah semangat—gadis itu menghentikan langkahnya,matanya tertuju pada sebuah mading besar yang penuh dengan segerombolan murid-murid yang terlihat berdesak-desakkan dengan yang lainnya.
    “hei! Apa kau bisa menjauh dari situ?”teriak seorang yeoja dari arah belakang,Soo Ra segera menyingkirkan tubuhnya dari mereka,yaitu gank yang paling ditakuti di setiap yeoja di sekolah ini. Mereka melewati Soo Ra dengan pandangan menghina,wajar saja karena mereka tidak pernah menganggap gadis itu ada,walaupun mereka satu kelas.
Soo Ra hanya tersenyum hambar,ia kemudian membalikkan badannya dan segera berlalu dari kerumunan.
     Brak!
Gadis itu terduduk lemas,ia baru saja tertabrak atau lebih tepatnya ditabrak oleh seorang namja yang jangkung.Namja itu hanya berdiri sambil mengedipkan matanya,sepertinya ia baru sadar telah menabrak seseorang—bahkan seorang yeoja—Tapi Yeoja itu hanya diam sambil menarik tasnya lebih erat.
     “Ma..maaf...kau tidak apa-apa?”tanya Chan Yeol sambil berlutut melihat kondisi yeoja yang tadi ditabraknya.Soo Ra hanya menunduk dan membersihkan beberapa debu di rok miliknya,ia merasa gugup—karena yang baru saja ia tabrak adalah kakak kelasnya—Chan Yeol segera mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu,tapi gadis itu seolah ragu dan takut?
     “tenang..aku takkan menyakitimu..”pelan Chan Yeol,ia bingung kenapa berkata seperti itu.
Soo Ra hanya mencoba menjauhkan wajahnya dari lelaki itu agar Chan Yeol tidak mengenalnya.Chan Yeol segera menarik tangan Soo Ra dengan lembut “oh..ayolah!”serunya.Soo Ra sedikit terkesima dengan perlakuan Namja itu tadi,tapi selebihnya ia justru merasa malu menjadi bahan tontonan pagi ini,bahkan ada yang memandangnya sinis akibat Chan Yeol berbaik hati padanya,wajar saja kalau sebenarnya Chan Yeol adalah orang yang selalu diincar oleh gadis-gadis di sekolah ini.
     “sepertinya kau tidak luka..”gumam Chan Yeol,Soo Ra hanya menunduk.Entah apa yang akan dilakukan kakak kelasnya ini pada dirinya.
     “aa..aa..ma..maaf O..Oppaa..sa..saya ha..harus..pergi..dulu..”ujar Soo Ra terbata-bata,ia takkan pernah dapat membayangkan jika seluruh gadis-gadis disekolah ini mengutuknya nanti jika dia semakin berani berdekatan dengan kakak kelasnya itu,Chan Yeol.
     “eh..tungguuu!”teriak Chan Yeol ketika melihat Soo Ra pergi,atau mungkin kabur?
Yah,setidaknya Soo Ra sudah menjauh dari namja yang hampir membuatnya dikutuk oleh yeoja-yeoja lainnya.

**Park Soo Ra POV**
 Aku membaca setiap tulisan di buku yang berjudul ‘Rumus-rumus Fisika lengkap’.Ini memang sudah kebiasaanku sejak kecil,membaca buku adalah hobiku.Mungkin bagiku perpustakaan adalah rumah keduaku setelah rumah milikku sendiri.
     “kau masih disini Soo Ra?”tanya Han Hye Ah memecahkan kesunyian,aku sontak menghentikan kegiatanku.Hye Ah,sahabatku itu tersenyum pelan.
     “kau memang tidak pernah bosan membaca buku,walaupun sudah sore begini..”gumam Hye Ah pelan.Ia menaruh sebuah coklat batangan diatas meja. “ini untukmu..”kata Hye  Ah.
     “Omo!kenapa?bukannya ini pemberian dari penggemarmu?”tanyaku sedikit kaget.
     “mereka tidak tahu aku sudah mempunyai pacar..jujur aku sudah sangat benci diikuti oleh mereka,diberi coklat,bunga dan lain sebagainya..”jelas gadis cantik itu padaku,Hye Ah memang gadis yang cantik,ia selalu dikejar-kejar oleh para namja-namja disekolahh ini.
Aku hanya mengangguk,kemudian melanjutkan membaca buku.
     “jadi,bagaimana ? apakah kau baru mengerti bahwa Chan Yeol itu tampan sekali?”goda Hye Ah,aku bingung kenapa ia berkata seperti itu.
     “bagaimana gimana?”tanyaku balik.
     “hei.hei..kau ini....kau ini kan baru saja menabrak Chan Yeol Oppa!pasti kau akan mengetahui wajah namja itu.”
Aku hanya diam memandang sahabatku ini.
Ia melanjutkan,”selama ini kau kan selalu di sini,tidak tahu seperti apa keadaan sekolah saat ini..kau tidak tahu gosip disekolah ini,namja yang tampan disekolah ini,bahkan kau belum jatuh cinta..padahal kau itu manis..”seru Hye Ah.
Aku mengerjapkan mataku,Jatuh Cinta?
     “aku tak mengerti cinta..”pelanku sambil acuh tak acuh,jujur aku sedikit ragu mengatakannya.
     “ah..yang benar?”goda Hye Ah semakin menjadi.
     “Hye Ah!!”pekikku berura-pura marah,Hye Ah hanya tertawa.
Yah,apa yang dikatakan Hye Ah tadi memang benar.Aku tidak tahu seperti apa keadaan sekolah saat ini,atau lebih tepatnya tidak mau tahu tentang sekolah ini.
Aku juga tidak mengerti cinta—lebih tepatnya tidak mau tahu menahu tentang cinta—Walaupun aku sering membaca novel yang ber-genre Romance.Tapi aku belum pernah merasakan JATUH CINTA.
Yah,sebenarnya tidak ada satupun yang aku............

**
Masih pagi,aku menghirup  udara dengan senang.Sekolah masih sepi,hanya beberapa yang sudah hadir.Aku senang ketika sekolah seperti ini,aku belum bertemu dengan orang yang mengucilkanku.Yah,setidaknya aku bisa tersenyum lega walau beberapa menit saja.
     “ah.!!kita ketemu lagi!”girang seseorang dari belakang.Aku terdiam penuh bisu,aku tahu ini suara siapa. Aku membalikkan badanku secara perlahan,sejenak aku menahan nafasku.Kulihat Chan Yeol tersenyum padaku,senyumnya sangat tulus.Seolah tak ingin memperlakukan diriku seperti kakak kelas lainnya. Gawat!aku takut ia melihat wajahku yang merah merona hanya karena senyumnya. “kau tahu aku kan?”tanya Chan Yeol padaku.Aku mengangguk pelan,tentu saja aku ingat padanya—karena dia orang yang paling dikenal disekolah ini—Lelaki itu tertawa pelan,tangannya yang mengepal ditaruh didekat bibirnya.
     “ah..am..maaf Oppa?ada perlu apa sama saya?”tanyaku dengan bahasa formal.
Namja itu terdiam sejenak,kemudian ia meronggoh sesuatu dari ranselnya.Ia mengeluarkan sebuah buku tebal—dan aku tahu itu buku siapa—dia tersenyum dan memberikan buku itu padaku,aku saja yang mempunyai buku itu lupa bahwa buku itu hilang.Sepertinya namja itu mendapatkannya ketika kami bertabrakan...
     Sejenak wajahku memerah lagi,mengingat peristiwa (?) ketika kami bertabrakan,itu adalah saat-saat yang paling menyebalkan dalam hidupku,entah kenapa aku bisa tertabrak dengan manusia yang tingginya lebih dari 180 cm itu .
     “maaf..waktu itu kau langsung pergi..”ujar Chan Yeol
aku mengangguk cepat,secepat yang aku bisa.Aku tidak ingin berlama-lama dengan orang ini,jika aku melakukannya tentu saja semua yeoja di sekolah ini mengutukku.Aku berpamitan dan segera pergi.
     “ah.! Wait a minute!”panggil Chan Yeol,aku mengerutu dalam hati.biarkan aku pergi!
     “ya?”tanyaku,tanpa membalikkan badanku,mungkin sedikit keterlaluan.
     “namamu?”tanya Chan Yeol pelan.
Aku terdiam untuk beberapa detik lamanya,sedikit ragu.
     “Soo Ra,Park Soo Ra..”ujarku sambil mengulang pelan.Aku membalikkan wajahku sebentar kemudian tersenyum pelan dan segera pergi dari kawasan ini.Aku tak menyadari bahwa Namja itu sedang membubuhkan senyum dibibirnya.

**Pie Cherry POV**
     Chan Yeol berjalan dengan pelan,ia berjalan melewati beberapa kelas dengan santai tanpa memerdulikan bahwa banyak mata memandangnya dengan terpesona.Namun ia tidak peduli dengan semuanya,entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang membuat ia harus menghindar dari semuanya.
  
     “kau tidak belajar untuk ujian nanti?”tanya BaekHyun pada sahabat karibnya itu.Chan Yeol sibuk menyanyikan beberapa lagu melalui Handsfreenya.Baek Hyun segera mencabut Handsfree dari telinga Chan Yeol,Chan Yeol segera memalingkan wajahnya ke sahabatnya itu. “apa?”tanyanya singkat. “menurutku kau harus belajar mulai dari sekarang..Ujian sebentar lagi tiba..”seru BaekHyun sambil tersenyum penuh kemenangan,Chan Yeol terdiam.Ia mengacak rambutnya,ia baru sadar bahwa Ujian tinggal 2 Minggu lagi. Mata bulat itu segera melihat BaekHyun dengan tatapan Puppy Eyes,seolah mengerti BaekHyun segera menggeleng pelan “belajarlah Chan Yeol.. tidak mungkin aku mengajarimu terus..”ujarnya dengan senyum yang masih terpampang jelas. Chan Yeol segera menarik ranselnya dan bergegas pergi. “Apa boleh buat..”gumam Namja itu.
     “kau mau kemana?”tanya BaekHyun.
     “Perpustakaan..”jawab Chan Yeol dari kejauhan.
**
     Masih dijam yang sama.Soo Ra melepas kacamata baca miliknya yang sudah lama bertengger diwajahnya.Ia menguap pelan,ia merasa sedikit lelah.Tapi rasa lelahnya itu tidak membuat ia harus berhenti membaca buku,gadis itu masih terus membaca seolah membaca adalah salah satu aktivitas terpenting baginya.
 Tiba-tiba sebuah buku bertumpukan di meja milik Soo Ra,Soo Ra sedikit kaget.Ia melihat begitu banyak buku yang ditumpukkan dimejanya,sontak gadis itu menatap peminjam buku itu,matanya segera melebar ketika melihat Chan Yeol berdiri didepannya dengan membawa banyak buku.
“ah!! Soo Ra! Kau rupanya..!”tawa lelaki itu pelan.Soo Ra masih sibuk mengedipkan matanya,terkejut melihat Chan Yeol Oppa menyapanya. Chan Yeol segera menaruh buku-buku itu dimeja dan segera mengambil kursi untuk tempat duduknya.
     “ternyata kau sering disini ya..”
Soo Ra hanya mengangguk,kemudian tersenyum pelan. “O..Oppa kenapa...”
Chan Yeol segera memotongnya, “2 Minggu lagi aku Ujian..aku harus belajar..”ujarnya.
Soo Ra hanya mengangguk mengerti.Selanjutnya hanya ada kesunyian,keduanya ahirnya sibuk membaca buku mereka. Beberapa jam kemudian,Soo Ra merasa kurang konsentrasi dalam membaca ketika mendengar bunyi dengkuran dari Chan Yeol. Gadis itu melirik Chan Yeol Oppa dengan perlahan,ia tersenyum sesaat.
    Chan Yeol tertidur.
Soo Ra melihat jam,sudah menunjukkan pukul 16.27 menit.Gadis itu akan pulang, akan tetapi ia bingung apakah harus meninggalkan Chan Yeol hingga lelaki itu terbangun ketika malam tiba ataukah membangunkan namja itu sekarang. Soo Ra segera mengambil cara yang ke dua,ia sedikit ragu untuk membangunkan kakak kelasnya itu—apalagi laki-laki—Awalnya Soo Ra memanggil nama namja yang sedang tertidur itu,sayangnya ia belum juga bangun.Setelah beberapa menit terdiam dengan sedikitnya akal untuk membangunkan Oppanya itu,Soo Ra masih memanggil Chan Yeol untuk sekian kalinya.Tiba-tiba Namja itu membuka matanya dengan  perlahan,Soo Ra sedikit kaget.
     “aa..am..Chan Yeol Oppa..maaf..aku ingin pulang,jadi aku...”
Chan Yeol tersenyum hangat,membuat Soo Ra berhenti berkata.
     “ya..tidak apa.. terimakasih..”ujarnya lembut,seolah mengetahui semua yang dilakukan SoO Ra tadi.SoO Ra segera membungkuk sebentar lalu berjalan pergi.
**Park Chan Yeol POV**
  Aku membuka pintu perpustakaan dengan perlahan,kulihat seisi perpustakaan kosong kecuali penjaga perpustakaan dan satu orang Gadis yang sudah kukenal baru-baru ini,Soo Ra. Gadis itu menyadari kehadiranku,ia tersenyum kemudian meneruskan membaca bukunya.Entah kenapa aku merasa semangat untuk belajar.
     “buku apa yang kau baca?”tanyaku ketika duduk tepat didepan Soo Ra,yeoja itu terdiam sebentar kemudian berkata “Belajar Matematika..”,kemudian “aku kurang pandai matematika..”tambahnya,aku menahan senyumku. Soo Ra menjadi salah tingkah,ia cepat-cepat menambahkan “emang kenapa kalau aku kurang bisa?”ujarnya dengan sedikit kesal.Aku tersenyum pelan “tidak apa-apa..lanjutkanlah..”kataku sambil membuka buku yang dibaca yeoja itu tadi.Soo Ra hanya terdiam kemudian kembali membaca bukunya.
  Yeoja ini memang beda dari yeoja lainnya..
**
   12 hari sudah setiap sorenya aku belajar di Perpustakaan,Soo Ra tetap sering berada di Perpustakaan,dia selalu berkata “perpustakaan itu adalah rumahku yang kedua..”ujarnya.Aku merasa senang karena ia sudah mulai akrab denganku,ternyata ia adalah gadis yang ramah.
      “Oppa..kemana kau akan kuliah nanti?”tanya Soo Ra,matanya tetap memaku pada buku yang sedang dibacanya.
     “Kyung Hee Cyber Universty..”ujarku pelan.
Soo Ra mengangkat wajahnya,ia mengerjapkan matanya. “kau serius akan kesana?”tanyanya.
Aku mengangguk pelan “kenapa?kau pikir aku tidak cocok masuk universitas yang bagus itu?”tanyaku,mataku memandangnya dengan tajam.
     “tidakk..maksudku..itukan jauh dari sini..”ujar Soo Ra sambil menghembuskan nafas pelan.
     “Ya..aku akan bekerja dan bertempat tinggal di daerah sana..”kataku sambil tersenyum memandang keluar jendela,entah kenapa berat rasanya melihat ekspresi gadis itu.
     “kudengar disana Yeojanya cantik-cantik..”tawa Soo Ra,terlihat sangat manis.
     “apa kau yakin aku akan mendapat pacar disana?”tanyaku sambil tersenyum.
     “tentu saja,kau itu kan populer di sekolah ini..”
     “kau sendiri? Bagaimana?”tanyaku kemudian.
Yeoja manis itu terdiam sejenak,”aku tetap disini..tunggu aku tamat nanti..Hye Ah menyuruhku untuk mencari pacar..tapi aku tak yakin ada orang yang menyukaiku..”pelan Soo Ra sambil tertawa.
     “ohh..menurutku ada yang....” tiba-tiba Soo Ra memotong.
     “yah,jika Ujian ini sudah berahir,mungkin aku akan segera mencari pacar..”canda Soo Ra.
     “Apa?!?”teriakku tidak percaya. Soo Ra terlihat bingung. “ya..aku akan mencari pacar”ujarnya sambil mengulanginya,sebenarnya aku sangat tidak ingin Yeoja itu mengulang kata-katanya tadi.Selanjutnya aku hanya diam.
**Park Soo Ra POV**
     Lelaki itu sudah diam selama 27 menit yang lalu,aku sedikit bingung kenapa Namja itu menjadi pendiam.
     “Soo Ra!!”pekik Hye Ah senang,ia baru saja masuk ke Perpustakaan.Kami berdua serentak memandangnya.Awalnya Hye Ah melihat Chan Yeol kemudian tersenyum menggoda padaku—aku tahu apa yang ia maksudkan—Hye Ah kemudian membuka percakapan.
     “kau mau ikut aku ke acara ulang tahun adiknya San Woo?”tanya Hye Ah sambil menyebut nama pacarnya.Aku hanya diam,terasa sebuah perasaan menyakitkan dalam hatiku.
     “am..sepertinya...tidak..”ujarku sambil tersenyum hambar.
     “aaaah! Benarkah?padahal aku ingin sekali kau datang..”desah Hye Ah padaku,sedangkan Chan Yeol hanya memandang kami berdua. “yasudah..aku pulang dulu ya..”ujar Hye Ah sambil melambaikan tangannya dan segera berlalu.
Chan Yeol memandang wajahku,mungkin ia tahu apa yang sedang aku rasakan.
     “San Woo?”tanya Chan Yeol pelan.
     “ya,dia pacar Hye Ah..”ujarku,kemudian kembali sibuk membaca buku seolah tidak mau tahu tentang semuanya.
     “kau menyukai San Woo..?”tanya Chan Yeol lagi,aku mengangkat wajahku dengan terkejut.
     “apa?”
     “dapatku lihat dari raut wajahmu ketika sahabatmu menyebut nama ‘San Woo’..kau seolah kesal dan benci dengann nama itu,tapi sejujurnya ada perasaan yang menjanggal dihatimu bukan?”tanya Chan Yeol dengan wajah serius,ia memang pandai menebak pikiran seseorang.
Aku tersenyum pasrah.
     “kau bisa katakan padaku..”kata Chan Yeol sambil tersenyum tulus.
Awalnya aku hanya diam,kemudian menarik nafas pelan.
     “aku lebih dulu mengenal San Woo ketika aku masih di bangku Smp..aku sudah lama akrab dengannya..aku....aku...aku juga pernah menyukainya...hingga dikelas kami datang anak baru,Hye Ah...dia memang cantik..dia juga baik padaku..Kami bersahabat..tapi,suatu hari Hye Ah mengatakan padaku bahwa dia menyukai San Woo..awanya aku merasa marah..tapi aku mencoba pasrah,karena dia juga sahabatku..tapi Hye Ah tak pernah tahu jika aku juga menyukai San Woo.....hingga saat itu............San Woo mengatakan sesuatu padaku,ia mengutarakan perasaannya padaku......aku merasa amat senang,tapi....aku juga kasihan dengan Hye Ah......jadi aku.......aku..................menolaknya..dan membiarkan mereka bersama..”aku terdiam kemudian.
     “jadi...Hye Ah sekarang dengan San Woo?”tanya Chan Yeol dengan sedikit kesal.Aku mengangguk sambil tersenyum pelan.
     “Menurutku San Woo yang gagah,tampan dan pintar itu memang cocok dengan Hye Ah yang cantik,pintar dan baik.....sedangkan San Woo tidak cocok denganku,yang serba kekurangan..”ujarku sambil menunduk dan memejamkan mata berharap air mataku tidak berjatuhan.
     “Soo Ra...”panggil Chan Yeol dengan lembut,aku mengangkat wajahku yang selalu tertunduk.
     Butterflies don’t know the color of their wings,but human eyes know how beautifull it is.. Likewise, You don’t know how good you are.but others know that you are special..”
Tak terasa tetesan bening berjatuhan dari pelupuk mataku.Chan Yeol tersenyum sambil mengusap pelan rambutku.
     “Kau tidak seburuk yang kau bayangkan Soo Ra..”


**Author POV**
   3 minggu kemudian..
   Semuanya tertawa dengan riang,ada yang menangis terharu ada juga yang hanya diam.Chan Yeol tersenyum ketika mengetahui bahwa ia telah lulus dan masa SMA nya telah berahir,ia melihat keseisi ruangan.Tidak ada Soo Ra.
Chan Yeol berjalan menjauhi keramaian dan kerumunan.
   Lelaki itu membuka pintu itu secara perlahan,ia melihat Soo Ra berdiri sambil memandang keluar jendela,matanya masih menerawang setiap orang yang ada disana.Gadis itu seolah kesepian.
     “siapa yang kau lihat?”tanya Chan Yeol tiba-tiba.
Gadis itu memandang Chan Yeol dengan kaget,kemudian ia tersenyum. “bukan siapa-siapa..”terang yeoja itu.
     “San Woo?”tanya Chan Yeol dengan hembusan nafas yang seolah......pasrah?
     “mungkin?”
Soo Ra masih sibuk memandang keluar jendela,ia tersenyum.Tiba-tiba ia merasa ada sebuah tangan melingkari tubuhnya dari belakang.
 Chan Yeol mendekapnya dengan erat,seolah ia tak ingin gadis itu pergi ataukah dia yang akan pergi.?
     “O...Oppa?”tanya Soo Ra,wajahnya memerah.
     “tunggu....biarkan seperti ini...sejujurnya aku tak ingin waktu ini berlalu...”pelan Chan Yeol,Soo Ra memegang tangan yang besar itu dengan wajah yang masih merona.
Setelah beberapa menit berlalu,Chan Yeol melepas pelukannya.
     “Soo Ra..jaga dirimu baik-baik ya..!”tawa hambar yang datang dari mulut Chan Yeol,ia kemudian pergi meninggalkan Soo Ra yang masih mencoba mengatur nafasnya.
**
   Chan Yeol berjalan menyusuri teras sekolahnya.Perasaanya sangat susah ia deksripsikan,ia  berharap Soo Ra mengetahui perasaannya,ia tak terlalu berharap gadis itu menerimanya karena gadis itu juga sedang menyukai San Woo walaupun ia tidak tahu apakah bisa. Namja itu berharap Soo Ra tidak pernah lagi mengucilkan dirinya sendiri.Lelaki itu akan pergi,tak akan tahu kapan ia akan bisa bertemu dengan gadis itu.
    Cinta itu tak harus memiliki.
Sebuah sentuhan halus menyentuh badannya.Soo Ra memeluk Chan Yeol dengan erat,walapun ia sedikit susah memeluk tubuh yang super tinggi ini,Chan Yeol terdiam tak terasa wajahnya memerah tanpa sepengetahuannya.
     “Soo Ra..?”tanya Chan Yeol kaget.
     “aku tahu....biarkanlah seperti ini..aku yakin aku akan kesepian jika kau pergi...tak ada lagi yang memberikan semangat...justru hanya kau yang sudah mengisi jiwaku yang sepi...”ujar Soo Ra sambil terisak.
  Chan Yeol hanya diam membiarkan gadis itu menangis memeluknya dari belakang.
Kemudian,Lelaki itu melepas dekapan Soo Ra,ia membalikkan badannya kearah Soo Ra.
     “kalau begitu..kau mau menunggu ‘Oppa’ mu ini,sampai ia kembali lagi?”
Soo Ra tersenyum ditengah isak tangisnya.
     “tentu saja...karena aku adalah Butterfly yang kau inginkan..”

THE END.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Our FanFiction ;) Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting